JANGAN LUPA FOLLOW BLOG SAYA UNTUK SELALU MENDAPATKAN UPDATE TENTANG ILMU-ILMU PENGETAHUAN UNTUK BAHAN REFRENSI ANDATERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI BLOG INI

Sabtu, 07 Oktober 2017

Dasar (Basis) Teori Etika

BASIS TEORI ETIKA 

A. Etika Teologi
Berasal dari kata yunani. Telos berarti tujuan. Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai atau berdasarkan akibat dari tindakan tersebut. Aliran etika teologi terbagi menjadi dua, yaitu : 


o Egoisme etis 

Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya untuk mengejar tujuan pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Egoisme ini baru menjadi serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yang bersifat vulgar. 
Contoh Egoisme etis : A adalah seorang pengusaha muda yang sukses dan dia sangat tekun dalam bekerja. Namun meski begitu, A adalah seseorang yang pelit dan hanya menggunakan uang hasil kerja kerasnya untuk bersenang-senang atau kepentingannya sendiri. 


o Utilitarianisme 
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Prinsip dasar utilitarianisme adalah : 
a. Manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar diterapkan pada perbuatan 
b. Aturan membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral 
Contoh Utilitarianisme : B adalah seseorang yang pintar dan rajin belajar. Berkat itu pula, B bisa mendapatkan beasiswa di universitas terbaik. Namun, B adalah orang yang sangat baik. Dia tak segan-segan untuk mengajarkan ke temannya bila temannya tidak mengerti pelajaran yang dipelajari di universitasnya. 

B. Deontology 
Istilah deontology berasal dari kata yunani yaitu deon yang berarti kewajiban. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Ada dua prinsip yang harus di penuhi : 


o Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus di jalankan berdasarkan kewajiban 
o Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung tercapainya tujuan dari tindakan itu tergantung pada kemauan baik yang mendorong sesorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tujuan tidak tercapai tindakan itu sudah dinilai baik. 
Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip tersebut, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal. 
Contoh Deontology : C berkeinginan menjadi seorang guru karena dia senang mengajar dan keinginan tersebut telah tercapai. C menjadi seorang guru di salah satu SMA di dekat rumahnya. Dan C memiliki kewajiban untuk mendidik anak-anak sekolahnya agar menjadi anak yang pintar dan berprestasi. 

C. Teori Hak 
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis. 
Contoh Teori Hak : Seorang anak memiliki hak untuk memilih dan menentukan apa mimpi dan cita-cita yang ingin diraih sesuai keinginannya dan bagaimana cara anak tersebut mewujudkannya asal masih dalam hal hal positif. 

D. Teori Keutamaan (Virtue) 
Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. 


Contoh Teori Keutamaan : 
a. Kebijaksanaan : Merupakan suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan tepat dalam setiap situasi. 
b. Keadilan : Keutamaan lain yang membuat seseorang selalu memberikan kepada sesama apa yang menjadi haknya 
c. Suka bekerja keras : Keutamaan yang membuat seseorang mengatasi kecenderungan spontan untuk bermalas – malasan. Ada banyak keutamaan semacam ini. Seseorang adalah orang yang baik jika memiliki keutamaan. 
d. Hidup yang baik : Seseorang menjalankan hidup dengan tenang tanpa harus terlalu memikirkan beban yang sedang dia pikul dengan menikmati hidup. 

Opini : Basis teori etika terdiri dari etika teleologi (tujuan), deontologi (kewajiban), teori hak (pendekatan perilaku), teori keutamaan/virtue (memandang sikap seseorang). Untuk seorang Akuntan khususnya Audit memiliki etika sangat penting untuk mempertahankan kualitas kerja yang baik dan benar. Oleh sebab itu, sebagai seorang Akuntan wajib mengetahui etika yang baik dan benar, prinsip-prinsipnya serta basis teori etika. 



Sumber :
http://vellafauzia99.blogspot.co.id/2016/09/pengertian-etika-prinsip-prinsip-etika.html

Prinsip-Prinsip Dasar Etika

Ada enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu prinsipkeindahan, prinsip persamaan, prinsip kebaikan, prinsip keadilan, prinsipkebebasan, dan prinsip kebenaran.

Dibawah ini akan dijelaskan masing-masing dari prinsip-prinsip etika : 
Mendasari segala sesuatu dengan rasa senang terhadap keindahan dengan menunjukkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Contoh : dalam berpakaian, berpenampilan, penataan ruangan, dsb.
Persamaan terhadap hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya.
Perilaku seseorang untuk selalu berusaha berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain.
Prinsip yang mendasari seseorang untuk bertindak adil dan tidak mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi hak orang lain.
Kebebasan setiap manusia yang mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri selama itu tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain dan harus diikuti dengan tanggung jawab.
Prinsip yang dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat dan bersifat logis/rasional. 

Opini : Semua prinsip yang telah diuraikan merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang. 


Sumber :

Profesi dan Profesionalisme

Yang dimaksud dengan profesi adalah suatu pekerjaan yang memerlukan pelatihan maupun penguasaan terhadap ilmu pengetahuan tertentu. Atau profesi juga sering di artikan sebagai pekerjaan yang memerlukan pelatihan dan keahlian khusus. Umumnya setiap profesi memiliki asosiasi, memiliki kode etik, memiliki sertifikasi, dan memiliki lisensi khusus untuk bidang profesi tertentu.
Jadi yang dimaksud profesi yaitu pekerjaan yang membutuhkan persyaratan tertentu untuk menjalankannya, supaya dalam melakukan pekerjaannya dapat meyakinkan atau mendapatkan kepercayaan dari pihak yang membutuhkannya. Tidak semua pekerjaan dapat disebut sebagai profesi, untuk mempunyai suatu profesi diperlukan keahlian khusus, keahlian tersebut di dapatkan dari pendidikan dan pelatihan yang cukup lama sesuai bidang profesinya. Suatu profesi dapat dikatakan sebagai pekerjaan, tapi setiap pekerjaan belum tentu bisa disebut sebagai profesi, karena profesi memiliki karakteristik, ciri, dan syarat khusus.
Sedangkan profesionalisme adalah kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar dan juga komitmen dari para anggota dari sebuah profesi untuk meningkatkan kemampuan dari seorang karyawan atau ifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Kualiti profesionalisme didokong oleh ciri-ciri sebagai berikut:
1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal.
Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada sesorang yang dipandang memiliki piawaian tersebut. Yang dimaksud dengan “piawai ideal” ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.
2. Meningkatkan dan memelihara imej profesion
Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara imej profesion melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai-bagai cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.
3. Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampiannya.
4. Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion
Profesionalisme ditandai dengan kualiti darjat rasa bangga akan profesion yang dipegangnya. Dalam hal ini diharapkan agar seseorang itu memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesionnya.

Sumber : 

ETIKA



Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Untuk itu perlu kiranya bagi kita mengetahui tentang pengertian etika serta macam-macam etika dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu: usila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Dan yang kedua adalah Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.

Menurut para ahli, etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik

Sumber :
http://duniabaca.com/pengertian-etika-dan-macam-macamnya.html

Selasa, 22 Agustus 2017

kOSONG ..

Saya sadar untuk mencintai seseorang tidak hanya modal kita setia sama pasangan kita,kita turutin selalu mood pasangan kita,kita selalu iyain apa yang mereka inginkan,selalu ngalah sm pasangan kita tetapi itu semua tidak cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan..

Mungkin Tuhan memang adil memberikan ini semua kepada saya,karna saya pernah untuk pertama kalinya memainkan perasaan seseorang dan mungkin ini sebuah balasan yang diberikan kepada saya sehingga saya merasakan semua ini  atau mungkin memang saya yang tidak pantas untuk mendapatkan apa itu kebahagiaan hidup...

Semua ini,posisi ini sama halnya seperti 5 tahun yang lalu dimana saya berjuang,bertahan untuk mempertahankan semuanya sendiri mempertahankan sebuah hubungan yang bisa dibilang jarang sekali berkonflik jarang sekali debat yang besar demi orang yang saya cintai yang saya sayangi tapi wanita terlalu mudah memandang sebelah mata perjuangan demi dirinya terutama bagi seorang wanita yang todak bisa memaafkan 1 kesalahan dalam bersikap yang dilakukan pasangannya...

Kenapa ini harus terjadi lagi dan saya rasakan dengan siklus yang sama dengan orang yang sekarang dengan yang memiliki sifat yang sama yg dimiliki oleh orang 5 tahun yang lalu yang saya perjuangkan,kenapa ini harus saya rasakan lagi setelah saya berusaha melupakan orang itu hampir 4 tahun saya untuk dapat melupakannya kenapa sekarang saya bsa sama orang yang sifat nya sama dengan org tersebut,ntah apa salah saya..

Terkadang saya berfikir orang-orang lebih beruntung bisa merasakan rasanya perhatian tulus dari pasangannya dibandingkan saya,terkadang saya juga berfikir apa mungkin saya terlalu baik sama seseorang terlalu sabar sama pasangan saya dan terlalu lunak dan terlalu mengalah...

Ntah wajar apa tidak hubungan yang awalnya baik jauh dari masalah yang berujung konflik bisa jadi seperti ini tanpa saya tahu apa salah saya dan apa yang saya perbuat 

Bodoh? ya saya memang bodoh selalu serius menjalani sebuah hubungan disaat saya belum menjadi apa-apa dan tidak memiliki apa-apa dan  saya memang bodoh masih sanggup bertahan dalam posisi ini memang saya sangat bodoh terlalu dalam mencintainya terlalu dalam menyayanginya sampai-sampai selalu berpura-pura dan selalu berusaha menjadi yang sempurna untuknya

Ntah sekarang apa yang akan saya lakukan mungkin saya akan bertahan semampu saya sampai saya tidak kuat untuk bertahan kalo pun jika memang ia bukan jodoh saya,saya selalu berharap ia selalu merasa bahagia ntah itu nanti sama saya atau sama orang lain yang terpenting bagi saya kebahagiaannya yang utama untuk saya mungkin memang saya banyak kekurangannya untuk dia terlalu banyak kurangnya dibandingkan kelebihan yang saya miliki  

Tuhan memag adil tidak mungkin seseorang yang banyak memiliki kekurangan bisa mendapatkan apa yang diinginkan dan saya harusnya sadar akan posisi saya yang banyak sekali memiliki kekurangan 

sweMemang benar sebuah tembaga mau berusaha seperti apapun dan gimanapun ia akan tetap selalu menjadi sebuah tembaga dan tidak akan pernah bisa mengganti posisi sebuah berlian begitu hal-nya dengan apa yang sedang saya rasakan gimana pun saya berusah,berjuang dan bertahan di hatinya tidak akan pernah bisa memilih saya yang bagaikan tembaga

Seperti halnya sebuah tembaga mau berusaha seperti apapun dan gimanapun ia akan tetap selalu menjadi sebuah tembaga dan tidak akan pernah bisa mengganti posisi sebuah berlian begitu hal-nya dengan apa yang sedang saya rasakan gimana pun saya berusah,berjuang dan bertahan di hatinya tidak akan pernah bisa memilih saya yang bagaikan tembaga 

-Ap-